Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mewanti-wanti seluruh kadernya untuk senantiasa merawat kekompakan. Musda tersebut ditargetkan rampung paling lambat pada April 2026 mendatang.Hal tersebut diungkapkan pria yang akrab disapa Kang Ace itu dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, di Aula Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Senin 9 Maret 2026.
Mengingat batas waktu Musda yang semakin dekat, Gubernur Lemhannas RI itu menyebut pertemuan di bulan suci ini bisa jadi merupakan momen tatap muka terakhirnya dalam kapasitas sebagai Ketua DPD Golkar Jabar untuk periode saat ini.”Musda DPD Golkar provinsi harus selesai pada April 2026. Demikian juga halnya dengan Golkar Jawa Barat. Karena itu, pertemuan di bulan suci Ramadhan ini bisa jadi merupakan kegiatan terakhir saya sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat dalam periode kepemimpinan ini,” kata Ace.Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut turut menyampaikan permohonan maaf atas segala dinamika organisasi yang terjadi selama masa kepemimpinannya.
Di sisi lain, ia sangat mengapresiasi kerja keras kolektif kader yang membuahkan hasil signifikan.Tercatat, Golkar Jabar berhasil menyumbang 17 persen suara nasional pada pemilu terakhir, diiringi peningkatan kursi di DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat.”Saya hanya mengorkestrasi agar kemenangan dan kesuksesan itu dapat diraih. Yang bekerja sesungguhnya adalah seluruh kader,” tuturnya. Ia juga berpesan agar politik senantiasa membawa manfaat bagi masyarakat luas, mengutip hadis bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.
Kerja Politik Harus Rasional dan Berbasis DataKolaborasi Pembangunan DaerahDi tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang turut hadir mengapresiasi soliditas keluarga besar partai berlambang pohon beringin tersebut. Menurutnya, pembangunan di provinsi dengan penduduk terbesar ini tidak bisa dipikul oleh pemerintah sendirian, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dari partai politik.
”Partai politik memiliki peran penting sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan. Dari sana lahir gagasan, kritik yang membangun, serta dukungan konstruktif bagi kemajuan daerah,” ujar Erwan.Ia berharap momentum Ramadhan ini memperkuat semangat pengabdian. Kepemimpinan, kata Erwan, bukan sebatas kekuasaan melainkan pengabdian kepada rakyat.
Ia pun optimistis kebersamaan tersebut bisa menjadi modal penting untuk memenangkan kontestasi Pileg, Pilpres, dan Pilkada 2029.Refleksi Masa SulitSementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Jabar, A.M. Ruslan, mengajak para kader bernostalgia sejenak ke masa-masa sulit reformasi 1998. Ia mengingatkan bahwa Golkar mampu bertahan dari tekanan keras berkat soliditas di akar rumput. Keberhasilan tersebut kini terbukti dengan banyaknya kader yang dipercaya memimpin daerah sebagai kepala daerah.
”Kemenangan itu hanya bisa dicapai jika kita bersatu. Ibarat lidi, satu batang tidak ada artinya, tetapi ketika diikat bersama menjadi kekuatan yang luar biasa,” tegas Ruslan.Acara silaturahmi dan buka bersama ini turut dihadiri jajaran teras partai, di antaranya Anggota DPR RI Nurul Arifin, Atalia Praratya, Ilham Permana, dan Daniel Muttaqien Syaifuddin. Hadir pula Sekretaris DPD Golkar Jabar MQ Iswara, Bendahara Umum Metty Triantika, serta para kepala daerah dari Fraksi Golkar se-Jawa Barat. Acara ditutup dengan santunan kepada ratusan anak yatim dan tausiyah dari Ketua MUI Jabar, KH. Aang Abdullah Zein.
Sumber: koran.pikiran-rakyat.com


















