• Biodata Singkat (En)
  • Biodata Singkat (Id)
  • Tentang AHS
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang AHS
    • Biodata Singkat (Indonesia)
    • Biodata Singkat (English)
  • Kegiatan
  • Berita
    Target Jawa Barat Jadi Lumbung Kemenangan Pemilu 2029, Golkar Perkuat Pendidikan Poltik Data

    Estafet yang Matang, Teladan yang Terjaga: Belajar dari Musda XI Partai Golkar Jawa Barat

    Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

    Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

    Ace Hasan: SDM, Vokasi, dan Infrastruktur Kunci Pembangunan Banten

    Ace Hasan: SDM, Vokasi, dan Infrastruktur Kunci Pembangunan Banten

    Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

    Golkar Dukung Open House Lebaran Pejabat Digelar Sederhana

    Golkar Respons Imbauan Pejabat Rayakan Lebaran Sederhana

    Golkar Respons Imbauan Pejabat Rayakan Lebaran Sederhana

    Ace dan Pengurus Golkar Salat Id di Masjid Thayyibah Golkar, Bahlil di Papua

    Ace dan Pengurus Golkar Salat Id di Masjid Thayyibah Golkar, Bahlil di Papua

  • Opini
  • Konferensi Pers
    • online
  • Akademik
    • Tugas kuliah
    • Bahan Kuliah
    • Buku
    • Belajar Online
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hasil Seleksi
    • Beasiswa
    • Pelatihan Vokasi
  • Kontak
No Result
View All Result
Ace Hasan Syadzily
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang AHS
    • Biodata Singkat (Indonesia)
    • Biodata Singkat (English)
  • Kegiatan
  • Berita
    Target Jawa Barat Jadi Lumbung Kemenangan Pemilu 2029, Golkar Perkuat Pendidikan Poltik Data

    Estafet yang Matang, Teladan yang Terjaga: Belajar dari Musda XI Partai Golkar Jawa Barat

    Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

    Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

    Ace Hasan: SDM, Vokasi, dan Infrastruktur Kunci Pembangunan Banten

    Ace Hasan: SDM, Vokasi, dan Infrastruktur Kunci Pembangunan Banten

    Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

    Golkar Dukung Open House Lebaran Pejabat Digelar Sederhana

    Golkar Respons Imbauan Pejabat Rayakan Lebaran Sederhana

    Golkar Respons Imbauan Pejabat Rayakan Lebaran Sederhana

    Ace dan Pengurus Golkar Salat Id di Masjid Thayyibah Golkar, Bahlil di Papua

    Ace dan Pengurus Golkar Salat Id di Masjid Thayyibah Golkar, Bahlil di Papua

  • Opini
  • Konferensi Pers
    • online
  • Akademik
    • Tugas kuliah
    • Bahan Kuliah
    • Buku
    • Belajar Online
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hasil Seleksi
    • Beasiswa
    • Pelatihan Vokasi
  • Kontak
No Result
View All Result
Ace Hasan Syadzily
No Result
View All Result
Home News

Estafet yang Matang, Teladan yang Terjaga: Belajar dari Musda XI Partai Golkar Jawa Barat

oleh: Saep Lukman

ocit oke by ocit oke
4 April 2026
in News, OPINI
0 0
0
Target Jawa Barat Jadi Lumbung Kemenangan Pemilu 2029, Golkar Perkuat Pendidikan Poltik Data
0
SHARES
83
VIEWS
Bagikan ke WhatsApp

​Setiap pergantian kepemimpinan, selalu ada dua pertanyaan mendasar yaitu apa yang diwariskan, dan bagaimana warisan itu akan diolah. Musda XI Partai Golkar Jawa Barat yang berlangsung di The Trans Luxury Hotel Kota Bandung, 1-3 April 2026 tidak hanya menjawab pertanyaan kedua dengan menetapkan Daniel Mutaqien Syaifuddin sebagai pemimpin baru, tetapi juga menghadirkan refleksi penting atas warisan kepemimpinan TB Ace Hasan Syadzily, sebuah warisan yang tidak ringan, karena dibangun melalui kerja organisasi yang relatif terukur dan berprestasi.​

Kepemimpinan Ace Hasan, dalam perspektif ilmu politik, dapat dibaca melalui kerangka transformational leadership sebagaimana dirumuskan oleh James MacGregor Burns (1978) dan dikembangkan oleh Bernard Bass (1985). Pendekatan ini menyebutkan, seorang pemimpin tidak sekadar mengelola organisasi, tetapi mentransformasikan nilai, motivasi, dan orientasi kolektif pengikutnya. Ace, dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan kecenderungan tersebut: ia tidak hanya menggerakkan kader, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap organisasi. Indikatornya dapat dilihat dari capaian elektoral dan konsolidasi internal. Golkar Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ace dicatat mengalami penguatan struktur organisasi hingga tingkat paling bawah, peningkatan koordinasi lintas kader dengan performa elektoral yang relatif stabil bahkan meningkat di sejumlah wilayah strategis. Dalam konteks partai politik Indonesia yang cenderung fluktuatif, stabilitas semacam ini tentu bukan sebuah capaian kecil.

​Lebih dari itu, Ace juga menunjukkan karakter kepemimpinan yang oleh Max Weber disebut sebagai legal-rational authority. Ia menempatkan sistem di atas personalitas, memastikan bahwa keputusan organisasi berjalan melalui mekanisme formal, bukan sekadar kehendak individu. Pernyataannya dalam Musda misalnya tentang pentingnya melanjutkan sistem yang telah dibangun bersama, mengindikasikan kesadaran akan pentingnya institusionalisasi, sesuatu yang sering kali menjadi titik lemah partai politik di negara berkembang.​

Namun, keteladanan kepemimpinan Ace tidak hanya terletak pada aspek struktural. Ia juga tampak menjaga etika politik yang relatif moderat, tidak terlalu populistik, tetapi juga tidak elitis. Dalam sejumlah pemberitaan dan pidato publiknya, Ace konsisten menekankan pentingnya kerja kolektif, bukan kultus individu. Dalam teori kepemimpinan modern, ini mendekati konsep servant leadership (Greenleaf, 1977), di mana pemimpin berfungsi sebagai pelayan organisasi, bukan sebaliknya. Keteladanan semacam ini memiliki implikasi jangka panjang. Dalam studi tentang partai politik di Asia Tenggara (Mietzner, 2013), disebutkan bahwa keberlanjutan partai sangat ditentukan oleh kualitas kaderisasi dan budaya organisasi yang ditanamkan oleh pemimpin sebelumnya. Ace, dalam hal ini, tidak hanya meninggalkan struktur, tetapi juga kultur, yakni sebuah model cara bekerja, cara berkomunikasi, dan cara memandang kekuasaan.

​Di titik inilah estafet kepada Daniel Muttaqien memperoleh konteks yang lebih membumi. Ia tidak memulai dari nol. Ia mewarisi organisasi yang telah relatif terkonsolidasi, dengan standar kepemimpinan yang telah dibentuk oleh pendahulunya. Namun, sebagaimana diingatkan dalam teori political succession (Huntington, 1968), keberhasilan estafet tidak hanya ditentukan oleh kekuatan warisan, tetapi juga kemampuan penerus dalam mengartikulasikan visi baru. Daniel berada pada persimpangan itu. Ia dikenal sebagai bagian dari lingkar dalam kepemimpinan sebelumnya, memahami ritme organisasi, sekaligus memiliki ruang untuk membangun gaya kepemimpinannya sendiri. Pierre Bourdieu, menyebutnya, sebagai habitus yang terbentuk dari pengalaman organisasi sebelumnya, tetapi tetap mengakumulasi kapital mandiri, baik simbolik maupun politik, guna memperkuat legitimasi kepemimpinannya.

Sehingga tantangan yang dihadapi pun tidak sederhana. Politik Jawa Barat hari ini berada dalam fase yang semakin kompetitif. Fragmentasi pilihan politik, meningkatnya peran media sosial, serta tumbuhnya kesadaran kritis publik membuat partai tidak bisa lagi hanya mengandalkan mesin struktural. Dalam konteks ini, keberhasilan Ace menjadi fondasi, tetapi bukan jaminan otomatis bagi masa depan. Karena itu, target yang disampaikan, seperti penambahan kursi legislatif, perlu dibaca dalam kerangka yang lebih luas. Ia bukan sekadar angka, melainkan indikator apakah Golkar mampu tetap relevan di tengah perubahan zaman. Hal ini selaras dengan literatur tentang demokrasi elektoral (Levitsky & Way, 2010), partai yang bertahan adalah yang mampu menyeimbangkan antara organisasi yang kuat dan sensitivitas terhadap aspirasi publik.

Di sinilah keteladanan Ace menemukan maknanya yang paling strategis. Ia menunjukkan bahwa kemenangan politik tidak harus dibangun melalui retorika yang berisik, tetapi melalui kerja organisasi yang konsisten dan terukur. Ia juga memperlihatkan bahwa kepemimpinan tidak harus selalu tampil dominan, tetapi cukup hadir sebagai pengarah yang memberi ruang bagi kader untuk tumbuh. Estafet kepada Daniel, dengan demikian, bukan sekadar pergantian figur, tetapi ujian terhadap keberlanjutan nilai. Apakah kultur yang telah dibangun dapat bertahan? Apakah sistem yang telah dirancang dapat terus bekerja? Dan yang tak kalah penting: apakah kepemimpinan baru mampu menghadirkan inovasi tanpa merusak fondasi yang ada? Sejarah politik sering kali mencatat bahwa banyak organisasi runtuh bukan karena tidak memiliki pemimpin hebat, tetapi karena gagal mengelola transisi. Golkar Jawa Barat, setidaknya dalam momen ini, menunjukkan upaya menghindari jebakan tersebut.

​Pada akhirnya, kepemimpinan adalah tentang jejak. Ace Hasan telah meninggalkan jejak yang relatif jelas. Yakni konsolidasi, stabilitas, dan capaian. Kang Daniel Muttaqien kini memikul tugas yang tidak kalah penting, memastikan bahwa jejak itu tidak berhenti sebagai catatan, tetapi berlanjut menjadi gerak. Dan di situlah politik menemukan maknanya. Bukan pada siapa yang memimpin hari ini, tetapi pada bagaimana kepemimpinan itu diwariskan untuk hari esok.***

Sumber: https://koran.pikiran-rakyat.com/

 

Previous Post

Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengedepankan Islam substantif dalam bernegara

Mengedepankan Islam substantif dalam bernegara

6 November 2018
Kang Haji Ace Hasan Syadzily: Ngora, Nyunda, Nyantri, Nyakola

Kang Haji Ace Hasan Syadzily: Ngora, Nyunda, Nyantri, Nyakola

28 Agustus 2019
Urbanisasi dan Kesenjangan Kota-Desa

Urbanisasi dan Kesenjangan Kota-Desa

4 September 2024
Arafah, Haji, dan Kemanusiaan Kita

MELAYANI TAMU ALLAH : Catatan Penyelenggaraan Haji Tahun 2018

17 Maret 2019
Meningkatkan Profesionalitas Pekerja Sosial

Meningkatkan Profesionalitas Pekerja Sosial

3
Arafah, Haji, dan Kemanusiaan Kita

MELAYANI TAMU ALLAH : Catatan Penyelenggaraan Haji Tahun 2018

1
Ratusan Warga Terdampak Kebakaran TPAS Sarimukti Terima Bantuan Sembako

Ratusan Warga Terdampak Kebakaran TPAS Sarimukti Terima Bantuan Sembako

1
Keren Pisan, “Bapak Bansos” Kang Haji Ace Salurkan Bansos Rp. 173 Miliar di Bandung Barat

Keren Pisan, “Bapak Bansos” Kang Haji Ace Salurkan Bansos Rp. 173 Miliar di Bandung Barat

1
Target Jawa Barat Jadi Lumbung Kemenangan Pemilu 2029, Golkar Perkuat Pendidikan Poltik Data

Estafet yang Matang, Teladan yang Terjaga: Belajar dari Musda XI Partai Golkar Jawa Barat

4 April 2026
Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

4 April 2026
Ace Hasan: SDM, Vokasi, dan Infrastruktur Kunci Pembangunan Banten

Ace Hasan: SDM, Vokasi, dan Infrastruktur Kunci Pembangunan Banten

30 Maret 2026
Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

Golkar Dukung Open House Lebaran Pejabat Digelar Sederhana

25 Maret 2026

Recent News

Target Jawa Barat Jadi Lumbung Kemenangan Pemilu 2029, Golkar Perkuat Pendidikan Poltik Data

Estafet yang Matang, Teladan yang Terjaga: Belajar dari Musda XI Partai Golkar Jawa Barat

4 April 2026
Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

4 April 2026
Ace Hasan: SDM, Vokasi, dan Infrastruktur Kunci Pembangunan Banten

Ace Hasan: SDM, Vokasi, dan Infrastruktur Kunci Pembangunan Banten

30 Maret 2026
Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

Golkar Dukung Open House Lebaran Pejabat Digelar Sederhana

25 Maret 2026

ACE HASAN SYADZILY, dengan nama lengkap Tubagus Ace Hasan Syadzily, lahir di Pandeglang Banten 19 September 1976. Lahir dari pasangan KH Tb A. Rafei Ali dan Hj Siti Sutihat. Dibesarkan dalam tradisi Pesantren yang kental dan aktivitas politik yang sangat kuat.

Browse by Category

  • Berita Terkini
  • kegiatan
  • News
  • OPINI

Recent News

Target Jawa Barat Jadi Lumbung Kemenangan Pemilu 2029, Golkar Perkuat Pendidikan Poltik Data

Estafet yang Matang, Teladan yang Terjaga: Belajar dari Musda XI Partai Golkar Jawa Barat

4 April 2026
Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

4 April 2026

copyright © 2018 ace-hasan.com web by ocitraz

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang AHS
    • Biodata Singkat (Indonesia)
    • Biodata Singkat (English)
  • Kegiatan
  • Berita
  • Opini
  • Konferensi Pers
    • online
  • Akademik
    • Tugas kuliah
    • Bahan Kuliah
    • Buku
    • Belajar Online
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hasil Seleksi
    • Beasiswa
    • Pelatihan Vokasi
  • Kontak

copyright © 2018 ace-hasan.com web by ocitraz