Jakarta – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, TB Ace Hasan Syadzily, mengatakan Lemhannas terus melakukan transformasi kelembagaan untuk menghadapi tantangan geopolitik global yang semakin kompleks.
“Kami merefleksikan tentang tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita, yang tentu semakin rumit. Terutama ditandai dengan berbagai perubahan landscape global, di mana geopolitik global kita yang penuh dengan ketidakpastian,” kata Ace Hasan usai menghadiri peringatan HUT ke-61 Lemhannas RI
di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, dinamika global yang ditandai rivalitas antarnegara, disrupsi teknologi, dan perubahan iklim mengharuskan Indonesia memperkuat ketahanan nasional untuk mengantisipasi berbagai dampaknya.
Pada peringatan HUT ke-61, Lemhannas mengusung tema “Transformasi Lemhannas” sebagai upaya memperkuat peran strategis lembaga dalam mengawal program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
“Tema ini menjadi semangat bagi Lemhannas untuk terus beradaptasi terhadap berbagai tantangan baru yang dihadapi bangsa,” ujar Ace.
Ia menjelaskan transformasi tersebut juga diterapkan dalam sistem pendidikan Lemhannas guna melahirkan pemimpin nasional yang mampu menghadapi dinamika geopolitik global.
“Kami berkomitmen menjadikan Lemhannas sebagai lembaga pendidikan kepemimpinan puncak nasional yang melahirkan pemimpin berwawasan holistik, geopolitik global, dan geostrategi,” katanya.
Selain pendidikan kepemimpinan, Lemhannas juga memperkuat kajian strategis untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah serta memantapkan nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi informasi.
Menurut Ace, percepatan perkembangan teknologi informasi menuntut Lemhannas terus beradaptasi, termasuk dalam metode pembelajaran penguatan nilai kebangsaan.
“Metode pembelajaran baru untuk penguatan nilai kebangsaan harus terus dikembangkan di tengah dinamika tersebut,” ujar dia.
Sumber: Antaranews.com



















