Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, melakukan pertemuan strategis dengan Presiden National Institute for Defense Studies (NIDS) Jepang, IMAKYUREI Manabu, beserta jajaran pimpinan NIDS di kantor NIDS, Tokyo, Jepang, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang pertahanan, pendidikan strategis, kajian kebijakan, serta penguatan ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi keamanan regional dan global, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.
Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa Indonesia dan Jepang memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan serta memperkuat kerja sama yang berbasis pada perdamaian, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami berdiskusi mengenai situasi geopolitik global yang terus berkembang, sekaligus membahas langkah-langkah untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang pertahanan, pertukaran pendidikan, dialog strategis, serta kajian kebijakan,” ujar Ace Hasan Syadzily, Selasa 9/6/26.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga strategis kedua negara menjadi penting untuk memperkaya perspektif dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis. Selain itu, pertukaran pengalaman dalam membangun ketahanan nasional juga menjadi salah satu fokus utama pembahasan.

NIDS Jepang sendiri merupakan lembaga penelitian dan pendidikan strategis di bawah Kementerian Pertahanan Jepang yang memiliki peran penting dalam menghasilkan berbagai kajian kebijakan pertahanan dan keamanan nasional. Lembaga tersebut dikenal sebagai salah satu think tank terkemuka di Jepang yang aktif mendukung pengambilan keputusan strategis pemerintah.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menilai kerja sama antara Lemhannas RI dan NIDS memiliki potensi besar untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas pertukaran pengetahuan, serta meningkatkan kualitas kajian strategis yang relevan dengan kebutuhan kedua negara.
“Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman dalam menjaga ketahanan nasional serta memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” katanya.
Di tengah meningkatnya tantangan geopolitik, persaingan ekonomi global, serta isu keamanan kawasan, Indonesia terus mendorong penguatan diplomasi pertahanan dan kerja sama internasional sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional dan kawasan.



















