• Biodata Singkat (En)
  • Biodata Singkat (Id)
  • Tentang AHS
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang AHS
    • Biodata Singkat (Indonesia)
    • Biodata Singkat (English)
  • Kegiatan
  • Berita
    Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

    Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

    Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

    Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

    Ketahanan Nasional Dimulai Dari Daerah

    Ketahanan Nasional Dimulai Dari Daerah

    110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

    110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

    Ace Hasan hingga JK Hadiri GIHES 2026, Bicara soal Pendidikan Pesantren

    Ace Hasan hingga JK Hadiri GIHES 2026, Bicara soal Pendidikan Pesantren

    Ace Hasan: Radio Jadi Pilar Ketahanan Bangsa Di Tengah Gempuran Digital dan Hoaks!

    Ace Hasan: Radio Jadi Pilar Ketahanan Bangsa Di Tengah Gempuran Digital dan Hoaks!

  • Opini
  • Konferensi Pers
    • online
  • Akademik
    • Tugas kuliah
    • Bahan Kuliah
    • Buku
    • Belajar Online
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hasil Seleksi
    • Beasiswa
    • Pelatihan Vokasi
  • Kontak
No Result
View All Result
Ace Hasan Syadzily
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang AHS
    • Biodata Singkat (Indonesia)
    • Biodata Singkat (English)
  • Kegiatan
  • Berita
    Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

    Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

    Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

    Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

    Ketahanan Nasional Dimulai Dari Daerah

    Ketahanan Nasional Dimulai Dari Daerah

    110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

    110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

    Ace Hasan hingga JK Hadiri GIHES 2026, Bicara soal Pendidikan Pesantren

    Ace Hasan hingga JK Hadiri GIHES 2026, Bicara soal Pendidikan Pesantren

    Ace Hasan: Radio Jadi Pilar Ketahanan Bangsa Di Tengah Gempuran Digital dan Hoaks!

    Ace Hasan: Radio Jadi Pilar Ketahanan Bangsa Di Tengah Gempuran Digital dan Hoaks!

  • Opini
  • Konferensi Pers
    • online
  • Akademik
    • Tugas kuliah
    • Bahan Kuliah
    • Buku
    • Belajar Online
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hasil Seleksi
    • Beasiswa
    • Pelatihan Vokasi
  • Kontak
No Result
View All Result
Ace Hasan Syadzily
No Result
View All Result
Home News

Ace Hasan hingga JK Hadiri GIHES 2026, Bicara soal Pendidikan Pesantren

ocit oke by ocit oke
11 September 2026
in News
0 0
0
Ace Hasan hingga JK Hadiri GIHES 2026, Bicara soal Pendidikan Pesantren
0
SHARES
80
VIEWS
Bagikan ke WhatsApp

Jakarta – Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengungkap potensi pesantren menjadi kekuatan global dalam bidang pendidikan sekaligus perdamaian. Menurutnya, tradisi pendidikan pesantren memiliki nilai yang relevan dengan kebutuhan dunia saat ini.
Hal itu disampaikan Ace Hasan saat menghadiri Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Ace mengatakan pendidikan masa depan tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik tapi harus mampu membentuk manusia secara utuh, mulai dari karakter, spiritualitas, keterampilan hingga tanggung jawab sosial.

“Pesantren bukan sekadar tempat santri menuntut ilmu; pesantren adalah sekolah kehidupan,” kata Ace.

Menurutnya, santri tidak hanya belajar melalui pelajaran di kelas. Mereka juga ditempa melalui disiplin kehidupan sehari-hari, belajar hidup sederhana, mengelola diri, bekerja sama, mengabdi, memimpin hingga memikul tanggung jawab.

“Di pesantren, nilai-nilai tidak sekadar diajarkan, melainkan dihidupkan. Karakter tidak hanya dijelaskan secara teoretis, melainkan dibentuk melalui pembiasaan,” ujarnya.

Ace menilai pengalaman pesantren tersebut dapat menjadi kontribusi Indonesia dalam percakapan global mengenai pendidikan holistik. Terlebih, pesantren memiliki tradisi kepemimpinan dan pembentukan karakter yang telah berlangsung lintas generasi.

Dia mengatakan pesantren juga berpotensi mencetak pemimpin global. Namun, pemimpin tersebut harus tetap memiliki akar moral dan nilai kemanusiaan.

“Pemimpin global masa depan harus mampu memahami keanekaragaman budaya, menavigasi dinamika geopolitik yang rumit, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan berkiprah melintasi batas-batas negara,” ungkapnya.

“Namun, mereka juga harus memiliki integritas, empati, keberanian moral, kearifan, serta tujuan hidup yang luhur,” sambungnya.

Ace juga menekankan pesantren perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), riset, inovasi, serta kolaborasi internasional. Namun, modernisasi tersebut tidak boleh menghilangkan identitas pesantren.

“Rawat nilainya, transformasikan metodenya,” ucapnya.

Di sisi lain, dia menilai penguatan pesantren pada akhirnya tidak hanya berdampak terhadap dunia pendidikan. Pesantren juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun perdamaian.

Menurut Ace, nilai rahmah, keadilan, keseimbangan, persaudaraan dan penghormatan terhadap martabat manusia yang hidup dalam tradisi Islam memiliki pesan universal.

“Di tengah dunia yang kian terbelah oleh pertikaian, keterbelahan, dan rasa saling curiga, nilai-nilai ini mengingatkan kita pada satu hal mendasar: pendidikan tidak boleh hanya melatih manusia untuk saling bersaing, melainkan harus mengajarkan mereka cara untuk hidup berdampingan,” ungkapnya.

Dia pun berharap pesantren dapat berkembang menjadi kekuatan pendidikan sekaligus kekuatan perdamaian dunia.

“Dari pesantren menuju kepemimpinan global, dari pendidikan menuju perdamaian, dari martabat menuju peradaban, dari Indonesia untuk kemanusiaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menilai pendidikan holistik membutuhkan perubahan besar dalam sistem pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak bisa hanya berorientasi pada hafalan.

JK mengatakan pendidikan holistik harus membentuk tiga aspek sekaligus, yakni head, heart and hand atau kepala, hati dan tangan.

“Head, heart and hand. Otak, kepala, hati untuk akhlak dan juga kecerdasan dan tangan untuk kemampuan bekerja. Itulah holistik, seutuhnya,” kata JK.

Menurut JK, pendidikan juga harus mengembangkan logika, inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dia menilai zaman saat ini sudah tidak tepat jika pendidikan hanya menekankan kemampuan menghafal.

“Zaman sekarang bukan lagi zaman menghafal. Sekarang tinggal ambil handphone, sedikit AI, semua bisa dikasih tahu sama kita. Buat apa kita hafal?” ujarnya.

Karena itu, JK menilai santri dan siswa harus dibiasakan berpikir kritis, berdiskusi, berdebat dan mempraktikkan ilmu yang dipelajari. Dia menyoroti pentingnya fasilitas pendukung agar konsep pendidikan holistik benar-benar bisa diterapkan.

“Untuk pendidikan yang holistik harus ada fasilitas. Tidak mungkin pendidikan tanpa lab, tanpa ruang kerja, tanpa ruang praktik, tanpa debat,” katanya.

JK juga mendorong perubahan peran guru. Menurutnya, guru di era pendidikan holistik tidak cukup hanya menjadi pengajar, tetapi harus mampu menjadi fasilitator yang mendorong peserta didik aktif berpikir dan berdiskusi.

“Kalau holistik guru bukan lagi mengajar, tapi memfasilitasi. Bagaimana mahasiswa, santri berdebat dengan gurunya?” tuturnya.
Menurut JK, sistem pendidikan juga harus memberi ruang bagi santri untuk berdiskusi dengan guru. Dia menilai perbedaan pendapat seharusnya menjadi bagian dari proses pembelajaran.

“Kalau antara mereka berdebat, kalau dengan guru berdiskusi,” imbuhnya.

JK menilai perubahan sistem pendidikan penting agar lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga kemampuan menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan dan dunia kerja.

Dia mencontohkan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang membutuhkan waktu cukup lama untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya. Menurutnya, salah satu persoalannya adalah ketidakseimbangan antara pengetahuan dan kemampuan praktik.

“Rumus-rumus mungkin masih ingat, tapi tidak bisa melaksanakannya. Karena tangannya tidak kontak dengan otaknya,” jelasnya.

Karena itu, JK menegaskan pendidikan holistik membutuhkan aksi nyata, bukan berhenti pada seminar atau konferensi.

“Yang dibutuhkan ialah perubahan. Mungkin karena itu, ya, butuh suatu tindakan. Bukan banyak pembicaraan, tapi banyak tindakan di antara kita semua,” ujarnya.
Sumber: Detik.com

Previous Post

Ace Hasan: Radio Jadi Pilar Ketahanan Bangsa Di Tengah Gempuran Digital dan Hoaks!

Next Post

110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

Next Post
110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengedepankan Islam substantif dalam bernegara

Mengedepankan Islam substantif dalam bernegara

6 November 2018
Kang Haji Ace Hasan Syadzily: Ngora, Nyunda, Nyantri, Nyakola

Kang Haji Ace Hasan Syadzily: Ngora, Nyunda, Nyantri, Nyakola

28 Agustus 2019
Urbanisasi dan Kesenjangan Kota-Desa

Urbanisasi dan Kesenjangan Kota-Desa

4 September 2024
Arafah, Haji, dan Kemanusiaan Kita

MELAYANI TAMU ALLAH : Catatan Penyelenggaraan Haji Tahun 2018

17 Maret 2019
Meningkatkan Profesionalitas Pekerja Sosial

Meningkatkan Profesionalitas Pekerja Sosial

3
Arafah, Haji, dan Kemanusiaan Kita

MELAYANI TAMU ALLAH : Catatan Penyelenggaraan Haji Tahun 2018

1
Ratusan Warga Terdampak Kebakaran TPAS Sarimukti Terima Bantuan Sembako

Ratusan Warga Terdampak Kebakaran TPAS Sarimukti Terima Bantuan Sembako

1
Keren Pisan, “Bapak Bansos” Kang Haji Ace Salurkan Bansos Rp. 173 Miliar di Bandung Barat

Keren Pisan, “Bapak Bansos” Kang Haji Ace Salurkan Bansos Rp. 173 Miliar di Bandung Barat

1
Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

29 September 2026
Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

29 September 2026
Ketahanan Nasional Dimulai Dari Daerah

Ketahanan Nasional Dimulai Dari Daerah

29 September 2026
110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

12 September 2026

Recent News

Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

29 September 2026
Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

29 September 2026
Ketahanan Nasional Dimulai Dari Daerah

Ketahanan Nasional Dimulai Dari Daerah

29 September 2026
110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

110 Rektor Ikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Ace Hasan Syadzily Bahas Geopolitik dan SDM Unggul

12 September 2026

ACE HASAN SYADZILY, dengan nama lengkap Tubagus Ace Hasan Syadzily, lahir di Pandeglang Banten 19 September 1976. Lahir dari pasangan KH Tb A. Rafei Ali dan Hj Siti Sutihat. Dibesarkan dalam tradisi Pesantren yang kental dan aktivitas politik yang sangat kuat.

Browse by Category

  • Berita Terkini
  • kegiatan
  • News
  • OPINI

Recent News

Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

Gubernur Lemhannas: IKN Harus Jadi Etalase Peradaban Baru Indonesia

29 September 2026
Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

Ace Hasan: Salah Kelola Generasi Muda, Indonesia Emas Bisa Tak Tercapai

29 September 2026

copyright © 2018 ace-hasan.com web by ocitraz

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang AHS
    • Biodata Singkat (Indonesia)
    • Biodata Singkat (English)
  • Kegiatan
  • Berita
  • Opini
  • Konferensi Pers
    • online
  • Akademik
    • Tugas kuliah
    • Bahan Kuliah
    • Buku
    • Belajar Online
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hasil Seleksi
    • Beasiswa
    • Pelatihan Vokasi
  • Kontak

copyright © 2018 ace-hasan.com web by ocitraz