Sebanyak 110 rektor dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia mengikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi (AKPT) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Dalam salah satu sesi kegiatan tersebut, Ace Hasan Syadzily diundang untuk menyampaikan materi bertajuk “Membangun Kesadaran Geopolitik: Mencetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”.
Gubernur Lemhannas tersebut menyampaikan dinamika lingkungan strategis global yang menuntut bangsa Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar unggul dan memiliki daya saing.
“Perubahan lingkungan strategis global menuntut kekuatan bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing,” ujar Ace Hasan Syadzily, Senin 7/9/26.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami tantangan geopolitik serta perkembangan lingkungan strategis global.
“Perguruan tinggi harus mampu membekali generasi muda dengan kesadaran geopolitik agar mereka memahami posisi dan kepentingan Indonesia di tengah dinamika global,” katanya.
Ia menilai, pemahaman terhadap geopolitik perlu berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi akademik. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya siap menghadapi kebutuhan dunia kerja, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pembangunan nasional.
“PT bukan hanya mencetak para akademisi yang memiliki kompetensi teknokratis, namun juga dituntut untuk berintegritas dan memiliki jiwa patriotisme,” ujarnya.
Politikus dari Partai Golkar tersebut menambahkan, integritas dan patriotisme menjadi nilai penting dalam membentuk sumber daya manusia yang mampu berkontribusi secara bertanggung jawab bagi bangsa dan negara.
“SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045 harus memiliki kompetensi, integritas, dan semangat kebangsaan,” katanya.[ARS]
Sumber: Idisnews.co.id



















