• Biodata Singkat (En)
  • Biodata Singkat (Id)
  • Tentang AHS
Sabtu, Februari 7, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang AHS
    • Biodata Singkat (Indonesia)
    • Biodata Singkat (English)
  • Kegiatan
  • Berita
    Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

    Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

    Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

    Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

    DKI Jakarta Gandeng Lemhannas, Perkuat Nilai Kebangsaan dan Kepemimpinan

    DKI Jakarta Gandeng Lemhannas, Perkuat Nilai Kebangsaan dan Kepemimpinan

    Ace : Ketahanan Nasional Butuh Kepemimpinan Negarawan, Bukan Sekadar Pertahanan Fisik

    Ace : Ketahanan Nasional Butuh Kepemimpinan Negarawan, Bukan Sekadar Pertahanan Fisik

    Skenario Lemhannas jika Perang Iran-Israel Berlarut-larut

    Lemhannas: TNI Bisa Dilibatkan Atasi Terorisme Jika Ganggu Kedaulatan

    Ace Hasan di Untirta: Kampus Harus Jadi Kawah Candradimuka Kepemimpinan Bangsa!

    Gubernur Lemhannas Sebut Polisi Terdepan Tangani Terorisme

  • Opini
  • Konferensi Pers
    • online
  • Akademik
    • Tugas kuliah
    • Bahan Kuliah
    • Buku
    • Belajar Online
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hasil Seleksi
    • Beasiswa
    • Pelatihan Vokasi
  • Kontak
No Result
View All Result
Ace Hasan Syadzily
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang AHS
    • Biodata Singkat (Indonesia)
    • Biodata Singkat (English)
  • Kegiatan
  • Berita
    Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

    Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

    Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

    Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

    DKI Jakarta Gandeng Lemhannas, Perkuat Nilai Kebangsaan dan Kepemimpinan

    DKI Jakarta Gandeng Lemhannas, Perkuat Nilai Kebangsaan dan Kepemimpinan

    Ace : Ketahanan Nasional Butuh Kepemimpinan Negarawan, Bukan Sekadar Pertahanan Fisik

    Ace : Ketahanan Nasional Butuh Kepemimpinan Negarawan, Bukan Sekadar Pertahanan Fisik

    Skenario Lemhannas jika Perang Iran-Israel Berlarut-larut

    Lemhannas: TNI Bisa Dilibatkan Atasi Terorisme Jika Ganggu Kedaulatan

    Ace Hasan di Untirta: Kampus Harus Jadi Kawah Candradimuka Kepemimpinan Bangsa!

    Gubernur Lemhannas Sebut Polisi Terdepan Tangani Terorisme

  • Opini
  • Konferensi Pers
    • online
  • Akademik
    • Tugas kuliah
    • Bahan Kuliah
    • Buku
    • Belajar Online
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hasil Seleksi
    • Beasiswa
    • Pelatihan Vokasi
  • Kontak
No Result
View All Result
Ace Hasan Syadzily
No Result
View All Result
Home News

Selamat Jalan Kak Edy (Prof Azyumardi): Guru Bangsa Dari Ciputat

Ace Hasan Syadzily (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI)

ocit oke by ocit oke
25 Oktober 2022
in News
0 0
0
Selamat Jalan Kak Edy (Prof Azyumardi): Guru Bangsa Dari Ciputat
0
SHARES
191
VIEWS
Bagikan ke WhatsApp

Ketika saya sedang membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Kota Sukabumi, saya tertegun diam mendapatkan kabar bahwa Guruku, Prof Azyumardi Azra telah berpulang ke Haribaan-Nya. Tetiba air mata saya berlinang, sedih dan kehilangan atas kepergian seorang intelektual dan Cendikiawan kaliber internasional yang selalu saya banggakan.

Saya kehilangan salah satu orang tua saya yang sering menjadi tempat mengadu dan berkeluh kesah semenjak saya kuliah di UIN Jakarta hingga saat ini. Beliau begitu sangat perhatian kepada anak-anak muda yang memiliki potensi. Komunikasi terakhir saya sekitar dua minggu yang lalu dengan beliau di salah satu Grup WhatApps Dewan Kehormatan/Pakar Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang saya pimpin.

Dalam WAG itu, Kak Edy demikian saya menyapanya, terlibat pembicaraan antara Prof Saiful Mujani, ahli survei politik, yang menyebut Kak Edy yang sangat berjasa menjadikannya menjadi Dosen Tetap UIN Jakarta. Saya pun menimpalinya dengan menyebut bahwa Prof Azra merupakan orang yang sangat berjasa memberikan rekomendasi bagi anak muda yang pintar dan berprestasi untuk diberikan jalan menyelesaikan pendidikan baik di dalam maupun luar negeri.

Beliau meresponnya dengan kalimat sederhana: “Terima kasih Kang TB, sudah lama kita tak jumpa”. Ternyata kalimat ini merupakan kalimat yang terakhir yang beliau sampaikan kepada saya.

Sebelum saya kuliah di UIN Jakarta, saya sudah mengenal sosok intelektual besar itu. Beliau adalah penulis yang produktif sejak masa kuliahnya. Tercatat pernah menjadi wartawan Panji Masyarakat, sebuah Majalah yang didirikan Buya Hamka yang cukup populer di era orde baru dimana Abahku juga langganan majalah ini. Saya sering membaca tulisannya beliau.

Kuliah di IAIN Jakarta mengenalkan saya kepada sosok intelektual yang bersahaja ini. Lebih dekat dengan beliau saat saya turut terlibat menjadi aktivis 98. Dalam demo 1998 ke Senayan, almarhum yang waktu itu menjadi Pembantu Rektor I IAIN Jakarta, turut serta mengizinkan untuk demontrasi turun ke jalan dan ikut naik bis ke DPR RI.

Intensitas interaksi saya lebih dekat, saat saya menjadi Presiden BEM UIN Jakarta dan beliau menjadi Rektor IAIN Jakarta. Saya dan mahasiswa IAIN waktu diberikan ruang berekspresi menyampaikan pendapat yang kritis, baik isu politik nasional maupun isu internal kampus.

Di era beliau menjadi Rektor, perwakilan mahasiswa menjadi Anggota Senat Universitas. Sehingga dalam rapat-rapat Senat, suara mahasiswa selalu menjadi perhatian pihak pengambilan kebijakan kampus, misalnya soal biaya kuliah atau SPP, kualitas dosen, sarana pendukung untuk proses pembelajaran di kampus dan lain-lain. Beliau seorang yang sangat demokratis.

Dalam kegiatan BEM IAIN Jakarta saat saya memimpin, Kak Edy selalu bersedia untuk menyempatkan diri menghadiri kegiatan dialog dengan mahasiswa. Beliau tidak ada jarak dengan mahasiswa.

Selepas saya lulus dari IAIN Jakarta, saya diberikan amanah oleh Senior Ciputat, salah satunya Kak Edy untuk memegang sebuah lembaga yang fokus pada isu penguatan Civil Society di bawah lembaga Indonesian Institute for Civil Society (INCIS).

Di bawah asuhan beliau ini kami mengadakan kajian, riset dan advokasi terkait dengan tema tersebut. Beliau sangat membantu kami untuk mendapatkan dukungan bantuan keuangan dari lembaga donor. INCIS mendapatkan grant dari USAID.

Di saat saya mengelola lembaga ini, saya diberikan kesempatan untuk mengajar di IAIN yang sedang bertransformasi menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Prof Azyumardi mendorong saya untuk menjadi dosen tetap berstatus PNS.

Saya pun mengikuti ujian PNS walaupun akhirnya saya tidak diterima karena yang menentukan adalah Kementerian Agama RI, Kementerian yang membawahi UIN Jakarta. Tentu Kak Edy kecewa atas keputusan itu. Beliau sampaikan ke saya, soal pengangkatan dosen ini merupakan kewenangan Kementerian Agama.

Tak jadi Dosen PNS, akhirnya saya mulai aktif di Partai Golkar dan meniti karir di partai ini. Interaksi saya tetap terjaga dengan Kak Edy karena beliau dipercaya Pak Jusuf Kalla yang waktu menjadi Wapres RI dan Ketua Umum Partai Golkar untuk menepati posisi Deputi Setwapres setelah beliau tidak lagi menjabat sebagai Rektor UIN Jakarta.

Harus diakui kemegahan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ini merupakan buah karya Prof Azyumardi. Beliau aktif membentuk jejaring internasional untuk kebesaran UIN Jakarta. Berbagai kerjasama internasional dirintisnya sehingga UIN Jakarta berdiri megah dan menjadi pergurauan tinggi Islam terkemuka di dunia internasional.

Beliau menyampaikan: transformasi IAIN Jakarta menjadi Universitas merupakan langkah mobilitas vertikal kalangan umat Islam Indonesia untuk dapat mengakses pendidikan non-agama, seperti sains dan teknologi dan kedokteran. Beliau merintis praktek integrasi keilmuan Islam dan ilmu pengetahuan secara genuine dalam kampus UIN Jakarta ini.

Bagi saya, Kak Edy itu seperti orangtua yang mengayomi gerak langkah kami. Kami rutin bersilaturahmi ke rumah Kak Edy. Saya selalu membawa istri dan anak-anak saya ke rumahnya. Darinya terpancar kesejukan dan kebijaksanaan.

Saya selalu meminta kepada almarhum waktu hanya untuk sekedar minta saran dan meng-update perkembangan mutakhir politik Indonesia.

Saya amat kehilangan tokoh bangsa dan Guru bangsa yang selalu saya ikuti pikiran dan pandangannya yang cerdas dan kritis. Beliau mampu mengkontekstualisasikan pemikiran keagamaan dengan isu-isu politik dan sosial saat ini. Pemikiran beliau tentang moderasi beragama menginspirasi pemikiran keagamaan saat ini.

Beliau adalah intelektual yang progresif dengan berbagai karya bukunya dan tulisannya di berbagai jurnal internasional.

Pemikiran keagamaan, politik, kebangsaan dan sosialnya sangat konstruktif dalam konteks keindonesiaan. Beliau termasuk diantara Pembaharu Islam di Indonesia masa kini.

Pemikirannya tdk hanya diakui secara nasional namun juga internasional. Berbagai penghargaan dari dunia internasional telah disandangnya. Salah satunya dari Kerajaan Inggris mendapatkan gelar CBE (Commander of the Order of the British Empire) dapat berhak mendapatkan gelar Sir. Juga dari Kaisar Jepang. Tentu banyak penghargaan internasional lainnya yang telah beliau dapatkan.

Kami sangat kehilangan guru kami. Selamat tinggal guru bangsa.

Previous Post

Kang Ace Dorong Pemerintah Wujudkan Kesetaraan Bagi Kelembagaan Pendidikan Islam

Next Post

Kembalikan Kejayaan Beringin, Ace Hasan Ingin Golkar Sukabumi Raih 9 Kursi DPRD

Next Post
Kembalikan Kejayaan Beringin, Ace Hasan Ingin Golkar Sukabumi Raih 9 Kursi DPRD

Kembalikan Kejayaan Beringin, Ace Hasan Ingin Golkar Sukabumi Raih 9 Kursi DPRD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengedepankan Islam substantif dalam bernegara

Mengedepankan Islam substantif dalam bernegara

6 November 2018
Kang Haji Ace Hasan Syadzily: Ngora, Nyunda, Nyantri, Nyakola

Kang Haji Ace Hasan Syadzily: Ngora, Nyunda, Nyantri, Nyakola

28 Agustus 2019
Urbanisasi dan Kesenjangan Kota-Desa

Urbanisasi dan Kesenjangan Kota-Desa

4 September 2024
Arafah, Haji, dan Kemanusiaan Kita

MELAYANI TAMU ALLAH : Catatan Penyelenggaraan Haji Tahun 2018

17 Maret 2019
Meningkatkan Profesionalitas Pekerja Sosial

Meningkatkan Profesionalitas Pekerja Sosial

3
Arafah, Haji, dan Kemanusiaan Kita

MELAYANI TAMU ALLAH : Catatan Penyelenggaraan Haji Tahun 2018

1
Ratusan Warga Terdampak Kebakaran TPAS Sarimukti Terima Bantuan Sembako

Ratusan Warga Terdampak Kebakaran TPAS Sarimukti Terima Bantuan Sembako

1
Keren Pisan, “Bapak Bansos” Kang Haji Ace Salurkan Bansos Rp. 173 Miliar di Bandung Barat

Keren Pisan, “Bapak Bansos” Kang Haji Ace Salurkan Bansos Rp. 173 Miliar di Bandung Barat

1
Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

6 Februari 2026
Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

6 Februari 2026
DKI Jakarta Gandeng Lemhannas, Perkuat Nilai Kebangsaan dan Kepemimpinan

DKI Jakarta Gandeng Lemhannas, Perkuat Nilai Kebangsaan dan Kepemimpinan

2 Februari 2026
Ace : Ketahanan Nasional Butuh Kepemimpinan Negarawan, Bukan Sekadar Pertahanan Fisik

Ace : Ketahanan Nasional Butuh Kepemimpinan Negarawan, Bukan Sekadar Pertahanan Fisik

2 Februari 2026

Recent News

Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

6 Februari 2026
Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

6 Februari 2026
DKI Jakarta Gandeng Lemhannas, Perkuat Nilai Kebangsaan dan Kepemimpinan

DKI Jakarta Gandeng Lemhannas, Perkuat Nilai Kebangsaan dan Kepemimpinan

2 Februari 2026
Ace : Ketahanan Nasional Butuh Kepemimpinan Negarawan, Bukan Sekadar Pertahanan Fisik

Ace : Ketahanan Nasional Butuh Kepemimpinan Negarawan, Bukan Sekadar Pertahanan Fisik

2 Februari 2026

instaragram

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

ACE HASAN SYADZILY, dengan nama lengkap Tubagus Ace Hasan Syadzily, lahir di Pandeglang Banten 19 September 1976. Lahir dari pasangan KH Tb A. Rafei Ali dan Hj Siti Sutihat. Dibesarkan dalam tradisi Pesantren yang kental dan aktivitas politik yang sangat kuat.

Browse by Category

  • Berita Terkini
  • kegiatan
  • News
  • OPINI

Recent News

Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

Kemandirian Bangsa, Fondasi Indonesia Emas 2045

6 Februari 2026
Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

Buka Musda Golkar Sumut, Ace Hasan: Satu Calon Memenuhi Persyaratan

6 Februari 2026

copyright © 2018 ace-hasan.com web by ocitraz

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang AHS
    • Biodata Singkat (Indonesia)
    • Biodata Singkat (English)
  • Kegiatan
  • Berita
  • Opini
  • Konferensi Pers
    • online
  • Akademik
    • Tugas kuliah
    • Bahan Kuliah
    • Buku
    • Belajar Online
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Hasil Seleksi
    • Beasiswa
    • Pelatihan Vokasi
  • Kontak

copyright © 2018 ace-hasan.com web by ocitraz